Minggu, 10 Mei 2020

EVALUASI PEMBELAJARAN DARING DI SAAT PENANGANAN WABAH COVID-19 DI INDONES DENGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK PIECES



EVALUASI PEMBELAJARAN DARING DI SAAT PENANGANAN WABAH COVID-19 DI INDONES DENGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK PIECES 



NGURAH KADE MUDIANA 

Mahasiswa Pasca Sarjana 
Universitas Terbuka 2020 
BALI 


Abstrak-Pemerintah merintis pembelajaran daring agar akses mahasiswa untuk mempelajari mata kuliah bermutu yang diselenggarakan oleh dosen-dosen bermutu di seluruh Indonesia meningkat. Indonesia merupakan salah satu negara yang terdampak dalam kasus wabah virus Covid-19 dan juga di beberapa daerah juga sudah diterapkan Lockdown dan PSBB. Salah satu yang terdampak berpengaruh besar dalam wabah ini adalah lembaga pendidikan khususnya adalah sekolah-sekolah di Indonesia. Hubungan interaksi sosial menjadi salah satu penyebab utama menyebarnya wabah Covid-19 dari Cina ke Indonesia dan ini juga mempengaruhi dalam pembelajaran di sekolah dimana terjadi perubahan dari pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran daring. Evaluasi terhadap pembelajaran daring dilakukan terhadap 1372 responden dari seluruh wilayah di Indonesia dengan menggunakan metode Performance, Information, Economic, Control, Efficiency, dan Service (PIECES). Hasil dari implementasi pembelajaran daring di Indonesia adalah setuju pada Performance, Information, Economic, Control, dan Efficiency. Sedangkan pada Service adalah netral dan perlu ditingkatkan. 

KATA KUNCI: (PIECES, E-Learning, Covid-19)


I. PENDAHULUAN

Pada awal tahun 2020, COVID-19 menjadi masalah kesehatan dunia. Kasus ini diawali dengan informasi dari Badan Kesehatan Dunia/World Health Organization (WHO) pada tanggal 31 Desember 2019 yang menyebutkan adanya kasus kluster pneumonia dengan etiologi yang tidak jelas di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Kasus ini terus berkembang hingga adanya laporan kematian dan terjadi importasi di luar China. Pada tanggal 30 Januari 2020, WHO menetapkan COVID-19 sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC)/ Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Yang Meresahkan Dunia (KKMMD). Pada tanggal 12 Februari 2020, WHO resmi menetapkan penyakit novel coronavirus pada manusia ini dengan sebutan Coronavirus Disease (COVID- 19). Pada tanggal 2 Maret 2020 Indonesia telah melaporkan 2 kasus konfirmasi COVID-19. Pada tanggal 11 Maret 2020, WHO sudah menetapkan COVID-19 sebagai pandemi.(Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2020) 

Akhir- akhir ini masyarakat dunia digemparkan oleh terjadinya wabah Coronavirus yang berasal dari kota Wuhan, China yang terjadi di bulan November 2019 tahun lalu. Corona virus ini sangat berbahaya karena sampai saat ini belum ditemukan obat atau vaksin penanggulangannya.Coronavirus atau virus corona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas ringan hingga sedang, seperti penyakit flu. Banyak orang terinfeksi virus ini, setidaknya satu kali dalam hidupnya. Coronavirus menyerang saluran pernapasan manusia dengan cepat. Penularan virus ini melalui, airborne dan udara kepada sesama manusia. Penyebarannya yang sangat cepat dan lintas benua, WHO menetapkan penyebaran virus ini diatas wabah dan endemic, sebahagian besar negara yang terdaftar di PBB terjangkit virus ini, termasuk juga Indonesia. Dampak mewabahnya virus corona (Covid-19) kini juga telah dirasakan oleh dunia pendidikan. Hal ini telah diakui oleh organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) pada Kamis (5/3), bahwa wabah virus corona telah berdampak terhadap sektor pendidikan. Hampir 300 juta siswa terganggu kegiatan sekolahnya di seluruh dunia dan terancam hak-hak pendidikan mereka di masa depan(Rajab, 2020). 

Dampak dari virus corona terhadap kegiatan belajar mengajar, yang selama ini proses belajar mengajar diadakan di sekolah atau kelas tetapi dengan adanya pendemi covid-19, KBM dipindahkan dirumah secara E-Learning dengan mengunakan berbagai alat technologi , seperti smartphone, computer dan notebook Dampak yang disebabkan oleh virus corona ini menyangkut perbagai aspek , seperti aspek soal , budaya, dan yang lebih parah adalah aspek ekonomie semua negara yang terkenak wabah dari covid-19 ini merasakan hal itu . Peraturan atau kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk tidak beraktivitas di luar rumah selama 14 hari bahkan mungkin akan ditambah lagi untuk beberapa hari kedepanya, tentu ini sangat berpengaruh terhadap semua sektor terlebih sektor, perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat. (Zaharah & Kirilova, 2020) 

Menjaga jarak dari orang di sekitar atau kini tren disebut dengan social distancing merupakan satu kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. Kebijakan ini disampaikan secara resmi dalam pidato Presiden pada hari Minggu (15/3/2020) di Istana Bogor. Kebijakan untuk melakukan social distancing ini berdampak pada aktivitas di masyarakat. Seperti adanya pengalihan kegiatan belajar tatap muka beralih menjadi kelas online atau daring. Selain itu beberapa kantor negeri dan swasta juga menginstruksikan untuk Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah. Perlu adanya usaha bersama untuk menjelaskan kebijakan ini kepada masyarakat. Tentu upaya yang dilakukan tidak bisa sama dengan negara lain. (Kartono, 2020) 

Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, aspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup untuk bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai bakat, minat, dan perkembangan fisik, serta psikologis anak didik.” Menjadikan tenaga pendidik semakin tertantang dalam mengelola kelas, dengan bantuan alat peraga pendekatan mengajar (approach to teaching) yang digunakan bersama yang digunakan bersama dengan banyak metode tertentu dan dengan berbagai media pengajaran yang disertai penataan kelas dan tempat duduk siswa sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran menjadi aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Dengan demikian, para siswa merasa tertarik dan mudah menyerap pengetahuan dan keterampilan yang diajarkan. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini memungkinkan PAIKEM GEMBROT BER JAS istilah BERJAS artinya berbasis jejaring sosial (Internet). Pada saat sekarang ini sudah begitu banyak infrastuktur Teknologi Informasi dan Komunikasi yang ada.dan masyarakat (termasuk peserta didik) sudah paham dengan teknologi dan dibutuhkan pengetahuan tambahan untuk mempergunakan Teknologi tersebut. Dengan bantuan tutorial berbasis jaringan sosial membuat tenaga pendidik lebih mudah dalam memeragakan langsung kepada peserta didik.(Wulan et al., 2017) 

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi mendapatkan informasi kendala proses belajar mengajar secara online di rumah akibat dari adanya pandemic COVID-19. Dalam penelitian ini, responden sebanyak 6 orang guru dan orang tua murid di sebuah sekolah dasar di Asahan. Untuk tujuan kerahasiaan, responden diberi inisial R1, R2, R3, R4, R5 dan R6. Wawancara semi-terstruktur dilakukan dan daftar pertanyaan disusun untuk wawancara dikembangkan berdasarkan literatur terkait. Responden untuk penelitian ini adalah para guru dan orang tua murid di sebuah sekolah dasar di Asahan. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat beberapa kendala yang dialami oleh murid, guru dan orang tua dalam kegiatan belajar mengajar online yaitu penguasaan teknologi masih kurang, penambahan biaya kuota internet, adanya pekerjan tambahan bagi orang tua dalam mendampingi anak belajar, komunikasi dan sosialisasi antar siswa, guru dan orang tua menjadi berkurang dan Jam kerja yang menjadi tidak terbatas bagi guru karena harus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan orang tua, guru lain, dan kepala sekolah.(Agus Purwanto, Masduki Asbari, Rudy Pramono, 2020) 

Teknologi Informasi semakin pesat berkembang dan setiap individu mulai menggunakannya sebagai peralatan pendukung untuk membantu berbagai kegiatan sehari-harinya. Peran teknologi informasi pada bidang Pendidikan begitu besar karena teknologi ini mampu meningkatkan efektifitas dan efisiensi pada semua aspek kegiatan. Dosen sebagai seorang fasilitator dalam proses transfer teknologi juga perlu memanfaatkan teknologi ini sehingga tanggung jawab dalam pemenuhan Pelaksanaan Tri dharma perguruan tinggi dapat dilakukan dengan lebih cepat, efektif dan efisien. Media pendidikan dalam bentuk diskusi online dapat digunakan oleh dosen sebagai media alternatife untuk membantu sharing pengetahuan dan sarana mentransfer pengetahuan melalui media internet. Diskusi online dapat diakses setiap saat tanpa terhalang ruang (any where) dan waktu (any time) serta dapat dilakukan dengan berbagai orang yang dikehendaki (any how). Dengan adanya diskusi online dosen maupun mahasiswa dapat mengaksesnya setiap saat dan melakukan sharing pengetahuan, masyarakatpun dapat memanfaatkan media ini untuk ta mbahan pengetahuan. Media diskusi online ini dapat dijadikan alternatif bagi dosen dalam proses transfer pengetahuan serta menjadi media berinteraksi dan komunikasi secara lebih efektif dan efisien bagi dosen, mahasiswa maupun masyarakat. Penerapan media Diskusi Online dievaluasi menggunakan model evaluasi system informasi PIECES, yang terdiri dari beberapa aspek seperti Performance, Information/data, Control/ security, Efficiency dan Service, sehingga penerapan teknologi informasi di bidang pendidikan ini dapat dimaksimalkan sesuai kebutuhan. (Danuri, 2016). 

Penelitian menggunakan metode Pieces Framework dengan mengukur enam variabel diantaranya performance, information/data, economic, control, efficiency, dan service. Metode ini digunakan untuk mengukur tingkat penerimaan aplikasi sistem informasi yang sudah diterapkan terhadap pengguna. Pengguanan sistem informasi ini sudah lama digunakan sehingga diperlukan adanya penelitian terhadap sistem tersebut, (Agustina, 2018). 

Elearning atau belajar online adalah pembelajaran berbasis elektronik. Tentu saja ada banyak sekali manfaat yang didapatkan dari E.Learning. Manfaat ini tentunya berguna bagi setiaUntuk itu, kami melakukan survey Evaluasi Pembelajaran Daring Pada Masa Penanganan Wabah Covid-19 di Kota Bogor dengan Menggunakan Metode PIECES. Metode PIECES adalah metode analisis sebagai dasar untuk memperoleh pokok-pokok permasalahan yang lebih spesifik. Dalam menganalisis sebuah sistem, biasanya akan dilakukan terhadap beberapa aspek antara lain adalah Performance (kinerja), Information (informasi), Economy (ekonomi), Contril (keamanan aplikasi), Eficiency (efisiensi) dan Service (pelayanan pelanggan)(Dewi et al., 2016).p individu dan juga perusahaan. Namun, sebelum kita menjabarkan tentang manfaat e-learning, mari kita lihat bagaimana definisi e-learning atau online learning menurut para ahli berikut ini. E-Learning atau online learning adalah suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet, Intranet atau media jaringan komputer lain. Darin E. Hartley (Hartley, 2001). 

Adapun tujuan melakukan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pembelajaran daring pada saat penanganan wabah covid-19 di Indonesia dengan menggunakan Performance, Information, Economic, Control, Eficiency dan Service (PIECES) yang tentu saja pembelajaran daring ini sangat memungkinkan siswa untuk belajar tanpa mengenal batasan waktu dan tempat. PIECES Framework adalah kerangka yang dipakai untuk mengklasifikasikan suatu problem, opportunities, dan directives yang terdapat pada bagian scope definition analisa dan perancangan sistem 

1. Analisis Kinerja Sistem ( Performance ) 
Kinerja adalah suatu kemampuan sistem dalam menyelesaikan tugas dengan cepat sehingga sasaran dapat segera tercapai. Kinerja diukur dengan jumlah produksi (throughput) dan waktu yang digunakan untuk menyesuaikan perpindahan pekerjaan (response time). 

2. Analisis Informasi ( Information )
Informasi merupakan hal penting karena dengan informasi tersebut pihak manajemen (marketing) dan user dapat melakukan langkah selanjutnya. Apabila kemampuan sistem informasi baik, maka user akan mendapatkan informasi yang akurat, tepat waktu dan relevan sesuai dengan yang diharapkan. 

3. Analisis Ekonomi
Pemanfaatan biaya yang digunakan dari pemanfaatan informasi. Peningkatan terhadap kebutuhan ekonomis mempengaruhi pengendalian biaya dan peningkatan manfaat. Saat ini banyak perusahaan dan manajemen mulai menerapkan paperless system (meminimalkan penggunaan kertas) dalam rangka penghematan. Oleh karena itu dilihat dari penggunaan bahan kertas yang berlebihan dan biaya iklan di media cetak untuk media publikasi, sistem ini dinilai kurang ekonomis.

4. Analisis Pengendalian ( Control )
Analisis ini digunakan untuk membandingkan sistem yang dianalisa berdasarkan pada segi ketepatan waktu, kemudahan akses, dan ketelitian data yang diproses.

5. Analisis Efisiensi ( Efficiency )
Efisiensi berhubungan dengan bagaimana sumber tersebut dapat digunakan secara optimal. Operasi pada suatu perusahaan dikatakan efisien atau tidak biasanya didasarkan pada tugas dan tanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan.

6. Analisis Pelayanan ( Service )
Peningkatan pelayanan memperlihatkan kategori yang beragam. Proyek yang dipilih merupakan peningkatan pelayanan yang lebih baik bagi manajemen (marketing), user dan bagian lain yang merupakan simbol kualitas dari suatu sistem informasi.

Tujuan dari penelitian pembelajaran daring ini perlu dievaluasi, sehingga dengan evaluasi tersebut dapat membuat pembelajaran daring berjalan lebih baik,efesien dan efektifitas. Serta menganalisis kekuatan dan kelemahan pembelajaran daring yang sudah diterapkan. Evaluasi dalam penelitian ini akan menggunakan kerangka PIECES, kemudian digunakan untuk membangun kuesioner (model kualitatif dan kuantitatif) serta menggunakan likert untuk membuat pengukuran nilai pada setiap pertanyaan.



II. METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan Metode PIECES dimana pertanyaannya dirancang dengan metode kuantitatif itu dapat digunakan dalam manajemen pendidikan. Responden diberikan 16 Pertanyaan. Pertanyaan 1 sampai dengan 10 berisi tentang identitas responden, dan pertanyaan 11 sampai dengan 16 menggunakan penilaian metode Likert, Metode kuantitatif dalam penanya menggunakan pengukuran skala likert yang terdiri dari lima (5) suara, yaitu Sangat Setuju ( skor 5), Setuju ( skor 4), Netral ( skor 3), Tidak Setuju ( skor 2), dan Sangat Tidak Setuju ( skor 1).

Berdasarkan uraian di atas, desain pertanyaan dalam penanya penelitian yang menggunakan PIECES dimana pertanyaan 1 sampai dengan 10 berisi tentang identitas responden yaitu nama, alamat email, provinsi, kabupaten/kota, pekerjaan, instansi, jenis kelamin, usia, pendidikan dan jurusan. Pertanyaan 11 sampai dengan 16 berisi pertanyaan sebagai berikut:

- P(erformance). Apakah anda berpikir bahwa pembelajaran daring (e-learning) dapat meningkatkan dan menjaga proses belajar mengajar serta memastikan konsistensi, kelengkapan dan kualitas pada Instansi Pendidikan?

- I(nformation). Apakah anda berpikir bahwa pembelajaran daring (e-learning) membuat komunikasi informasi yang sangat baik antara pendidik dan peserta didik?

- E(conomic). Apakah anda berpikir bahwa menggunakan pembelajaran daring (e-learning) dapat menghemat biaya?

- C(Control). Apakah menggunakan pembelajaran daring (e-learning) dapat meningkatkan akurasi, interaksi dan umpan balik dalam materi online serta meningkatkan kesempatan terdidik dapat bertanya langsung ke pendidik begitu pula sebaliknya?

- E(feciency). Apakah dengan adanya pembelajaran daring (e-learning) dapat meningkatkan efisiensi organisasi terhadap masalah tertentu seperti waktu, kendala lokasi, respons yang lambat dan penggunaan kertas?

- S(ervice). Apakah adanya pembelajaran Online (e-learning), hasil belajar menjadi lebih terlayani (mudah) menggunakan pendekatan pembelajaran daring ketimbang tatap muka? Seluruh pertanyaan wajib diisi oleh responden.



III. HASIL DAN PEMBAHASAN

Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode PIECES, semua komponen kerangka PIECES digunakan untuk mengevaluasi Pembelajaran Daring Pada Masa Penanganan Wabah Covid-19 di Wilayah Indonesia, sedangkan teknik pemberian skor yang digunakan dalam kuesioner penelitian ini adalah teknik skala Likert. Kuesioner ini di distribusikan ke responden melalui Google Form total 1372 responden, dengan rincian sebagai berikut: 101 responden berasal dari Provinsi Bali, 280 responden berasal dari Provinsi Jawa Barat, 2 responden berasal dari Provinsi Bangka Belitung, 105 responden berasal dari Provinsi Banten, 104 responden berasal dari Provinsi D.I. Yogyakarta, 190 responden berasal dari Provinsi DKI. Jakarta, 85 responden berasal dari Provinsi Jawa Tengah, 3 responden berasal dari Provinsi Jawa Timur, 51 responden berasal dari Provinsi Lampung, 100 responden berasal dari Provinsi Papua, 1 responden berasal dari Provinsi Riau, 250 responden berasal dari Provinsi Sumatera Utara. Jenis Kelamin responden laki-laki 396 dan wanita 876, Pendidikan Terakhir Responden SMP 3 orang, SMA 144 orang, D1 4 orang, D3 19 orang, S1 1000 orang, S2 100 orang, dan S3 2 orang.

A. Performance

Hasil dari penilaian Performance dalam Pembelajaran Daring adalah sebagai berikut, dari 1.372 orang yang mengisi kuesioner ada 184 orang sangat setuju, 741 orang setuju, 212 orang netral, 228 orang tidak setuju dan 7 orang yang sangat tidak setuju. Hasil pengolahan data dapat dilihat pada Gambar. 1 sebagai berikut :



                                      Gambar 1. Grafik Histogram untuk Performance


Sedangkan hasil skala Likert dalam Performance dapat dilihat pada Tabel. I sebagai berikut :



Hasil penilaian untuk Performance, responden Setuju bahwa pembelajaran daring (e-learning) dapat meningkatkan dan menjaga proses belajar mengajar serta memastikan konsistensi, kelengkapan dan kualitas pada Instansi Pendidikan.

B. Information

Hasil dari penilaian Information dalam Pembelajaran Daring adalah sebagai berikut, dari 1.372 orang yang mengisi kuesioner ada 124 orang sangat setuju, 679 orang setuju, 248 orang netral, 311 orang tidak setuju dan 10 orang yang sangat tidak setuju. Hasil pengolahan data dapat dilihat pada Gambar. 2 sebagai berikut :



Gambar 2. Grafik Histogram untuk Information

Sedangkan hasil skala Likert dalam Information dapat dilihat pada Tabel. II sebagai berikut :




Hasil penilaian untuk Information, responden Setuju bahwa pembelajaran daring (e-learning) membuat komunikasi informasi yang sangat baik antara pendidik dan peserta didik.


C. Economic

Hasil dari penilaian Economic dalam Pembelajaran Daring adalah sebagai berikut, dari 1.372 orang yang mengisi kuesioner ada 104 orang sangat setuju, 437 orang setuju, 291 orang netral, 498 orang tidak setuju dan 42 orang yang sangat tidak setuju. Hasil pengolahan data dapat dilihat pada Gambar. 3 sebagai berikut :


                                            Gambar 3. Grafik Histogram untuk Economic


Sedangkan hasil skala Likert dalam Economic dapat dilihat pada Tabel. III sebagai berikut :



Hasil penilaian untuk economic, responden Setuju bahwa menggunakan pembelajaran daring (e-learning) dapat menghemat biaya.


D. Control

Hasil dari penilaian Control dalam Pembelajaran Daring adalah sebagai berikut, dari 1.372 orang yang mengisi kuesioner ada 91 orang sangat setuju, 608 orang setuju, 273 orang netral, 377 orang tidak setuju dan 23 orang yang sangat tidak setuju. Hasil pengolahan data dapat dilihat pada Gambar. 4 sebagai berikut :



                                        Gambar 4. Grafik Histogram untuk Control

Sedangkan hasil skala Likert dalam Control dapat dilihat pada Tabel. IV sebagai berikut :




Hasil penilaian dari Control, responden Setuju bahwa menggunakan pembelajaran daring (e-learning) dapat meningkatkan akurasi, interaksi dan umpan balik dalam materi online serta meningkatkan kesempatan terdidik.


E. Efficiency

Hasil dari penilaian Efficiency dalam Pembelajaran Daring adalah sebagai berikut, dari 1.372 orang yang mengisi kuesioner ada 153 orang sangat setuju, 763 orang setuju, 248 orang netral, 200 orang tidak setuju dan 7 orang yang sangat tidak setuju. Hasil pengolahan data dapat dilihat pada Gambar. 5 sebagai berikut :



                                             Gambar 5. Grafik Histogram untuk Efficiency

Sedangkan hasil skala Likert dalam Efficiency dapat dilihat pada Tabel. V sebagai berikut :



Hasil penilaian dari Control, responden Setuju bahwa dengan adanya pembelajaran daring (e-learning) dapat meningkatkan efesiensi organisasi terhadap masalah tertentu seperti waktu, kendala lokasi, respons yang lambat dan penggunaan kertas.


F. Service

Hasil dari penilaian Service dalam Pembelajaran Daring adalah sebagai berikut, dari 1.372 orang yang mengisi kuesioner ada 153 orang sangat setuju, 763 orang setuju, 248 orang netral, 200 orang tidak setuju dan 7 orang yang sangat tidak setuju. Hasil pengolahan data dapat dilihat pada Gambar. 6 sebagai berikut :



                                           Gambar 6. Grafik Histogram untuk Service

Sedangkan hasil skala Likert dalam Service dapat dilihat pada Tabel. VI sebagai berikut :




Hasil penilaian dari Service, responden mengatakan Netral/ Ragu-ragu bahwa dengan adanya pembelajaran Online (e-learning), hasil belajar menjadi lebih terlayani (mudah) menggunakan pendekatan pembelajaran daring ketimbang tatap muka.



IV. KESIMPULAN

Berdasarkan dari Evaluasi Daring Di Saat Penanganan Wabah Covid-19 Di Indonesia Dengan Menggunakan Framework PIECES yaitu pembelajaran daring di saat penanganan wabah Covid-19 di Indonesia mempunyai nilai dalam performance, Information, Economic, Control, efficience and Service. Secara keseluruhan hasil perhitungan terhadap 1372 responden menggunakan perhitungan Skala Likert yaitu Performance ( 72,64% ), Information (68,69 %), Economic (60,92%), Control (65,35%), efficiency (72,46%) dan Service (57,24%). Dengan hasil-hasil ini, pemerintah harus meningkatkan pada faktor service sehingga dapat meningkatkan nilainya dari netral menjadi setuju. Sementara untuk implementasi penilaian pada performance, information, economic, control dan efficiency pembelajaran daring adalah setuju dan harus dipertahankan.



IV. DAFTAR PUSTAKA

Agus Purwanto, Masduki Asbari, Rudy Pramono, P. B. S. (2020). Studi Eksploratif Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Proses Pembelajaran Online di Sekolah Dasar. Journal of Education, Psycology, and Counseling.

Agustina, N. (2018). Evaluasi Penggunaan Sistem Informasi ERP Dengan Metode Pieces Framework. Jurnal Informatika. https://doi.org/10.31311/ji.v5i2.3897

Danuri, M. (2016). Evaluasi Penerapan Media Pendidikan Diskusi Online Dengan Framework Pieces. Science And Engineering National Seminar.

Dimyati A, M., Suwardiyanto, D., Yuliandoko, H., & Arief W, V. (2018). PEMANFAATAN TEKNOLOGI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DARING (ON LINE) BAGI GURU DAN SISWA DI SMK NU ROGOJAMPI. J-Dinamika. https://doi.org/10.25047/j-dinamika.v2i2.565

Endah Wulantina, S. M. (2019). Persepsi Peserta Didik terhadap Metode Blended Learning dengan Google Classroom. Jurnal Inovasi Matematika. https://doi.org/10.35438/inomatika.v1i2.156

Kartono, D. T. (2020). Pentingnya Solidaritas untuk Mendukung Social Distancing. Www.Inews.Id.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Coronavirus Disease (COVID-19). Direkorat Jenderal Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit.

Rajab, M. (2020). Pendidikan di Tengah Pusaran Wabah Corona. Detiknews.

Tullah, R., & Hanafri, M. I. (2014). Evaluasi Penerapan Sistem Informasi Pada Politeknik LP3I Jakarta Dengan Metode PIECES. Jurnal Sisfotek Global, 4(1).

Wulan, R., Saputra, E., & Ali, N. (2017). Implementasi Sistem Aplikasi dan Metode Pembelajaran Paikem Gembrot Berjas (Berbasis Jaringan Sosial). STRING (Satuan Tulisan Riset Dan Inovasi Teknologi). https://doi.org/10.30998/string.v2i1.1718

Zaharah, Z., & Kirilova, G. I. (2020). Impact of Corona Virus Outbreak Towards Teaching and Learning Activities in Indonesia. SALAM: Jurnal Sosial Dan Budaya Syar-I. https://doi.org/10.15408/sjsbs.v7i3.15104